Selamat datang, hari ini : 08 May 2021

Yuk, Jelajah Gedung-gedung Tua Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Komunitas Jelajah Budaya kembali menggelar acara jelajah Kotatua. Wisata sejarah kali ini akan menapak tilas Oud Batavia-Molenvliet-Weltevreden. Perkembangan kota Jakarta berawal dari sebuah kawasan yang saat ini dikenal dengan Kotatua Jakarta (Oud Batavia). Perlahan namun pasti pusat pemerintahan kota akhirnya berpindah ke selatan.

Tokoh pengerak perpindahan salah satunya adalah Gubernur Jenderal VOC Reiner de Klerk yang mendirikan vila mewahnya di luar tembok kota Batavia. Kini rumah tersebut dikenal sebagai gedung Arsip Nasional. Setelah itu gagasan untuk memindahkan kota semakin santer ketika berbagai macam penyakit melanda warga Batavia yang tingal di dalam tembok Batavia.

Atas pimpinan Gubernur Jenderal Daendels, akhirnya pada tahun 1809 pusat pemerintahan dipindahkan ke selatan yang menurutnya udaranya masih bagus. Selain itu, dari segi militer akan lebih aman dari penyerangan arah laut.

Selain memindahkan kota, berbagai material bangunan benteng yang masih bisa digunakan ikut dibongkar dan dibangun kembali di tempat yang baru tersebut. Sejak saat itu, berbagai pembangunan dilakukan di sekitar Weltvreden. Daendels berharap kota yang dibangun kelak memiliki bangunan yang megah dan bagus.

Bila kita telusuri bangunan yang berada di sekitar Lapangan Monas dan sekitarnya terdapat bangunan bersejarah yang saat ini masih digunakan oleh kantor pemerintahan. Sebut saja Istana Negara, Istana Merdeka, Balai Kota Jakarta, Kantor PLN, Gedung Perhubungan, Museum Nasional, dan lain-lain.

Gedung-gedung tersebut merupakan peninggalan masa lalu yang hingga kini masih terawat baik. Jika Anda tertarik untuk menjelajahi gedung-gedung tersebut dalam ikut bergabung di acara Jelajah Kota Toea yang diselenggarakan pada Minggu, (25/9/2011) pada pukul 7.30 WIB berkumpul di Museum Mandiri, Jakarta.

Rute yang akan dilewati para peserta mulai dari Glodokplein, Candranaya, Gedung Arsip, Masjid Kebun Jeruk, Harmoni, Patung Hermes, Istana Negara, Lapangan IKADA, Museum Nasional. Karena akan berkunjung ke lingkungan Istana Kepresidenan, maka peserta perlu mematuhi berbagai aturan. Peserta yang ingin berpartisipasi dikenakan biaya Rp 35.000. Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung menghubungi Komunitas Jelajah Budaya